Minggu, 10 Mei 2015

RAUT LEGAM JEJAKMU karya : Merpati

Seutas rindu mengelupas 
Terurai disudut malam 
Menghela nafas berat sunyi

Selembar kenang melayang
Mendesah pada bayang bayang 
Terlukis begitu renta

Sekeping sepi berdiri angkuh 
Mengisi ruang hampa benak 
Merejam kalbu tersurut luruh

Lalu semuanya mengepal menjadi satu 
Menebar bersama tuba buih malam 
Menyelusup ke rongga dada 
Membuat nafas jiwaku tersengal 
Terhimpit raut legam jejak dirimu




=MERPATI=


Senin, 04 Mei 2015

KATA DAN PENA karya : Merpati

Kata dan pena mencipta jejak angan 
Meraba detak hasrat pada bayang fatamorgana 
Disetiap gelegak ruh aksara melambai makna 
Menghembusi riak kalbu tanpa bincang lidah 
Hanya membawa jiwa berpusar riuh 
Disekelumit hamparan maya yang tiada teraba

Ketika genderang tawa melukis sekujur syair 
Netra jiwa memamah ratusan binar kemilau 
Mengendapkannya dipalungan bahagia 
Membuat rasa bergelimang senyum keindahan
Meski tiada rupa mengelus benak 
Namun ketika aksara mulai menghunjam kelam 
Bathin menangis, mengeja makna pada bayang kelukaan 
Mengerang tiada pasti diujung kebekuan bincang

Kata dan pena tak selayaknya mengukir dusta
Hanya akan meninggalkan jejak legam diujung hari 




=MERPATI=

SEROJA CINTAKU karya : Merpati

Merekah bunga dalam hatiku 
Ditayang kasih rengkuhan panah asmara
Terbuka gapura rindu menanti senyum 
Mewangi dibelai geletar hasrat kasih 
Dan ditaman puspa hatimu, aku tertunduk 
Mengintip jatuh restu kasih dari kalbumu

Layulah sudah bunga lampau 
Melemah lunak jatuh kebalik sepi 
Harum seroja menghias taman hati 
Menggugah kalbu berlari menggapai riuh 
Engkau bunga yang dikirim dewata 
Mengembuni kerontang tamanku dengan air cinta 




=MERPATI=

HADIRMU karya : Merpati

Kudendang irama swarga 
Merentak genta genderang rasa 
Membawa sukmaku bersorak raya 
Hingga menubir hening ketitian tiada 
Lalu sepi pun tak lagi menjadi kaca

Dikau lagu kawian jiwaku 
Bidadari elok yang terbit dari kegelapan
Pelitamu yang menyulut remang kebalik kemerlap 
Meriuhkan gambuh elok disepanjang darah ku
Hingga terbit lantunan kasih nan syahdu 
Begitu indah, semerdu untaian cinta para bidadari

Hadirmu mencipta rebana dicelah jemari
Membuat aksara syairku berlagu dirona keindahan 
Dan sebaris mimpipun terbit dari rontaan hasrat 
Menggemuruhkan dada, menanti sentosa tiba 




=MERPATI=

MENUJU HARAPAN karya : Merpati

Merambahi sunyi, mengeja makna 
Mengecoh duka lara dipercikan purwa nyata 
Sepi hanyalah cerminan bayang risau 
Yang khan meleleh ketika senyum terulas

Menggubah syair direntang fatamorgana 
Menyanyikan lagu rasa dikisi keindahan 
Kata dan mata pena menarikan bait asa 
Mengentaskan lidah hampa pada tubir malam 
Membuat aksara tak lagi meratapi bayang semu

Meski jejak telah tercipta legam 
Namun jalanan depan tak mesti hitam 
Hingga tak perlu jiwa dirundung cemas usang 
Berjalan dan berjalanlah menuju harapan 
Tanpa setitikpun bayang tertinggal 
Kerna hidup tiada akan berbalik menuju silam 




=MERPATI=

MENJEMPUT FATAMORGANA karya : Merpati

Mencumbu angan dititian senja 
Laksana merekahkan bunga digeraham bebatuan 
Terkadang kerapkali bahasa hati meradang sendu 
Merujuk pada raut purwa kenyataan yang tersirat 
Namun gemuruh tak henti membakar nadi 
Meronta liar mencari jalan menuju damba

Bertajuk pada hasrat bayangan yang menggeliat
Kupahat cinta disela rinai gerimis hari 
Meski awan tak jua pergi, membelenggu kalbu 
Dengan serangkai jarum runcing wajah kelukaan 
Namun kusemai jua buih harapan dikisi langkah ragu 
Menjemput impian semu di muka bayangan rasa

Menggapai angan di baluran remang hari 
Bagai merangkai sebaris makna berujung menuju tiada berujung 
Hanya kesemuan yang tercipta dibarisan langkah 
Namun kubiarkan semua berjalan seiring kitab langit 
Meski kelak kugenggam fatamorgana yang menipu diri 




=MERPATI=

RINDU DAN KERINDUAN karya : Merpati

Ingin kulukis purnama diguratan beku malam 
Menorehkan seraut wajah dikilau binarnya 
Agar selalu tergambar dirimu, memenuhi heningu 
Lalu kugoreskan serangkaian syairku 
Dimana seluruh aliran nafas rindu terkuak disela maknanya 
Hingga gemanya terbaca oleh angina yang menyembunyikan dirimu

Aku ingin menyentuh purnama yang memayungi remang 
Hingga dapat kucium wanginya aroma kasih bayangmu 
Dan kusempurnakan semua hasrat sua yang tertunda 
Dalam hangatnya pelukan kekasih yang tertinggal 
Lalu akan kubisikan sebaris kalimah digendang telingamu 
“Betapa cinta ini tak pernah henti, meneteskan rindu dan kerinduan” 




=MERPATI=

MAWAR BIRU BERDURI karya : Merpati

Engkaulah bunga mawar biru
Merekah bersama senyum manis fajar
Mendekap erat tawa semesta dengan gambuh merdu 
Engkau kembang yang bertunas dari geraham bebatuan 
Mengecup mesra ilalang liar 
Membangunkan hasrat angin pulang 
Menabur harum asmara dihati para pecinta

Bincang manjamu semerdu petikan harpa firdausi 
Menabur bayangan cinta diatas bumi 
Menyeret hati kumbang jalang kebalik pusaran hasrat 
Engkaulah bunga mawar biru penuh duri 
Desah wangimu tak lebih dari muka sang badai 
Yang kerap akan menyeret kalbu kebalik pusaran luka
Kerna jejakmu hanya menggugah mimpi si kumbang nakal belaka 




=MERPATI=

LUKA RINDU karya : Merpati

Melayah duka hingga diujung malam 
Bermain disepanjang kenang, mengemas rupa rasa 
Bayang tak lekang melekat diranting sepi 
Meretas sisa senyum kebalik ringkih kelam
Hingga mengabut raut kalbu dipucuk sedan 
Rindu kembali bertandang 
Menayang hampa diujung bayangan kekasih

Kata tertuang menggurat syair pilu 
Melempar makna luka kebarisan legam 
Sedang rindu kian merentak laksana topan 
Menikam nafas kata hingga tersengal diujung mata pena 
Membuat ruh ruh aksara mengerang, direjam perih
Dan aku kian terenggut bayangan hampa 
Disela titian malam yang masih panjang 




=MERPATI=


SEBERKAS KEYAKINAN karya : Merpati

Wajah duka meregang bertukar layak wangi bunga 
Saat kusunting rasa direkahnya kelopak hatimu 
Membuat sayap ragu berlari, terhempas keyakinan
Lalu disepanjang laut kasih, kusemai butiran cinta 
Hingga bertunas mimpi dipelukan hasrat 
Yang tiada henti mengalirkan debaran rindu disekujur aliran darahku

Disepanjang pantai hatimu, jejakku terhanyut pasrah 
Mengendap di pasir mimpi, membangun nada nada kepastian 
Mnegguratkan isyarat cinta yang dinyanyikan burung camar
Meski kusadari, ragaku akan tenggelam saat pasang tiba 
Lalu gelombang akan menghanyutkan diriku jauh 
Ke tempat dimana tiada ruang dan waktu yang teraba 




=MERPATI=