Jumat, 23 Mei 2014

BERLALU karya : Merpati

Ada setangkai kembang cinta kembali merekah
Mengelopak dibalik timbunan duka yang manis
Melayah ditepian malam, melewati lubang lubang masa keheningan
Merangkak pucat dari balik dedaunan kasih
Menggetarkan nadi, menyapa keras detak jantungku dalam debaran labil

Hening tak jua lekang, mendekap bincang dalam kebisuan
Sedang gumpalan rindu tua, masih setia mengaliri darah keruh
Menggelegak merah bersama pekikan jiwa yang tersangkut kebisuan nadi
Lalu dengusan letih atma mengalir terbata bata
Menghembus lirih dibalik leher bayanganmu dan menguap perlahan
Meninggalkan jejak jejak putih, buih kabut bertuba disekujur nurani

Kutikam lukisan suram cinta yang terlihat kusut dan letih
Laksana dedaunan tua yang layu, kubiarka semua paras kasih berlalu
Hilang bersama angin malam yang menghembus resah


=MERPATI=

TAKAN PERNAH ADA LAGI karya : Merpati

Dikepalsuan malam, kurajut hati dalam sekeping tanya
Tentang angan yang tak hendak lekang jua
Meski sinaran rembulan tlah menjelma dalam purwa wujud buih buih bertuba
Tentang mimpi mimpi yang masih tertinggal dilekukan hasrat
Walau hentakan awan dingin tlah membangunkan jiwaku dari tidur lelap nan memabukan
Jua tentang bayangan senyummu yang selalu menari nari dihaluan benakku
Meski aku sadari angin kebekuan telah membawa lari bayanganmu dari tatapan mayaku

Kutanyakan jua pada langit malam, tentang kebahagiaan sejati yang kini kian menjauh dari langkah
Setelah awan awan gelap memayungi jejak jejak jalanan depanku, hingga membuat aku tertatih
Meraba raba arah jalanan dalam keremangan tatap yang semakin samar samar kulihat
Tiada lagi nyanyian penyejuk lara yang sehangat ciuman hangat dimusim dingin
Tiada, tiada dan tak akan pernah ada lagi


=MERPATI=

Kamis, 22 Mei 2014

SELAMAT TIDUR, KEKASIH karya : Merpati

Malam menghening suci
Melukis wajah kekasih diharibaan rindu
Diraba getar, hati mengalun syahdu
Merampak gelegak hasrat ingin berjumpa
Meski sekejap bayangmu hadir ketengah mimpi

Tidurlah malam ini bersama tutur rembulan
Yang menghembuskan nada cinta direlung sunyi
Ketika nafas kelelahan menghamba wajah mayapada
Datanglah bersama senyuman manismu diselal lelapku
Dan kita akan mengayuh biduk asmara dispanjang aliran mimpi

Selamat tidur kekasih
Biarkan malam membawa kita bersenda ria diujung haluan mimpi
Dan esok ketika mentari kembali menyapa bumi
Kitapun khan kembali bersua raga di sudut temaram kota
Mengelus butiran rindu yang menghimpit nadi kita malam ini


=MERPATI=

DIA, SANG PENYAIR MALAM karya : Merpati



Dia sang penari aksara
Mengungkai kata dalam geliat jemari
Membentangkan sebaris syair sarat madah kerinduan
Bermadah dalam sebuah raut pengharapan rasa
Akan hadirnya sosok jelita penyejuk jiwa
Dia bernyanyi diantara baris baris aksara senja
Menyapa lambaian ilalang, dan menyentuhnya sebelum malam tiba

Dia sang penari makna
Bertanya pada kembara senja, mengeluh pada hening malam
Memuja kemerlap bintang dalam peraduan sunyi
Dan ketika gelora rindu tak lagi mampu ditadahnya
Digeraikannya sebaris ruh ruh kepedihan disela linangan kata
Hingga mengerang sang bumi dipagutan duka yang tiada ramah
Lalu awanpun berarak tergesa, menggumpal dalam legam

Dia sang penyair malam
Berjalan mengembarai kesunyian dalam kegelapan netra
Mengurai makna kehidupan diatas linangan airmata yang membasahi jemari kasarnya
Dia jauh dari riuh pikuk senda dunia fana
Namun ia begitu dekatnya dengan cinta


=MERPATI=

Minggu, 18 Mei 2014

DIREMANG PUCUK TAKDIR karya : Merpati

Apa yang tersirat dipucuk guratan takdir ?

Ketika wajah rembulan tertutup gelap awan

Sedang remang mendung tak henti merenangi hari

Melukis garis panjang rentangan jalan hitam

Hanya melaburkan buih buih keputusasaan yang tak henti menetes

Membasuh gumpalan darahku hingga memucat putih

 



=MERPATI=

Sabtu, 17 Mei 2014

HUJAN DI KOTAMU karya : Merpati

Malam memekik resah, tenggelam dalam air mata langit
Beribu cakrawala terbunuh dalam pekat perkasa
Mengarsir selaksa buih kegelapan yang tiada teraba
Jiwa terkurung disela gelegak samudera waktu
Menggenggam kesunyian yang tiada henti merajam nafas
Meski genderang kehidupan masih terdengar samar
Mengajak geliat kalbu meronta kebalik senyuman

Hujan diatas kotamu, kian meracik sepi kebatas tiada
Mengurung benakku kebalik seringai kenang yang tiada berkawan
Aku mengerang gigil dalam kesunyian yang tak jua reda
Memeluk pinggiran bayangmu yang menari liar diatas kepedihan
Meski telah kutabuh irama jiwaku dengan seribu alunan musik
Walau telah aku gemakan sebaris untaian kidung tentang indah cintamu
Namun semuanya luruh, melarut bersama butiran air yang kian terasa menyesakan dadaku

Malam di kotamu terasa semakin hampa
Sehampa hati dan jiwaku seusai kepergianmu, yang takan pernah kembali lagi


=MERPATI=

Minggu, 11 Mei 2014

GETAR CINTAMU karya : Merpati

Senandung fajar berbisik syahdu
Menghembus wangi di pelataran hati nan kerontang
Kuncup merekah, elok menghamburkan bias keindahan
Memagut lena disekujur nadi yang terhimpit penat
Kini pagi tak lagi meronta dalam keburaman kabut
Ketika jelita parasmu bertandang, menyapa jiwa dengan kehangatan

Kata tak lagi hendak berjabat duka
Syairpun tak mengerang dalam makna kelukaan
Selempang rindu sisa semalampun tlah memudar sirna
Hilang pergi bersama bayang yang tertinggal, kebalik senyumanmu
Dan kupapak jalanan bersama kemilau surya pagi
Duhai, engkau gadis ayu pemilik seribu senyuman kembang
Kau buat semua jejak lukaku terbakar sirna
Dan kau tenggelamkan hatiku dalam kehangatan getar cinta


=MERPATI=

KATAKANLAH KEKASIH karya : Merpati

Sampaikan kecup mesramu pada rembulan malam
Sebelum angin hitam menggulung resah awan perak langit
Sebelum keping demi keping kelopak bintang berguguran dalam pekat
Dan bumipun menangis mengeja gerimis yang merenangi duka
Lalu ucapkanlah seribu lantunan madah suci keharibaan kasih
Hingga hangatnya makna menyentuh helai helai dedaunan cinta

Katakanlah bincang mesramu pada rerumputan lembah
Hingga pepohonan jati ikut menari dalam pelukan syahdu angin
Dan kawanan katak bernyanyi hingga riuh memekakan hening
Lalu sebaris senyuman manis wajah sang kekasih tergurat indah
Dihamparan dinding bebatuan yang menggemakan lagu lagu cinta
Ketika buih buih kasih mengelus lembut sekujur aliran nadi pecinta

Ucapkanlah semua butiran rasa yang tergenggam kalbu
Hingga penuh dinding mayaku oleh buih kasihmu
Sebelum angin datang membawa semua kerinduan pergi
Sebelum tikaman hasrat membalik resah diujung jantung ini
Dan hanya akan meninggalkan guratan kosong belaka


=MERPATI=

Rabu, 07 Mei 2014

JIKA CINTA MENYAPA karya : Merpati


Jika cinta telah mengelus nadi
Geliat jiwa tiada teraba makna oleh angin
Hanya ketergesaan rasa yang tiada berarah
Meronta dalam hasrat rindu yang menggemuruhi nurani
Ingin jumpa pujaan secepat kilat menyambar
Meski waktu kerap tak hendak mengulas senyum

Jika cinta telah meracuni aliran darah
Hanya pada bayangan kekasih semua gelegak nadi bermuara
Sehari tak mendengar sapa, bagai tuli sang langit meredam gemersik
Benak terpacu resah dalam pusaran gulana yang begitu samar
Dan bila seputaran mentari tak tertatap elok wajah terdamba
Gelisah jiwa menahan hasrat ingi berjumpa

Jika cinta telah menyapa kalbu
Mampukah benak berlari menghindar ?
Dan bersembunyi kebalik gulungan kabut yang tak nyata


=MERPATI=