Rabu, 07 Mei 2014

DIBALIK DINDING ITU karya : Merpati


Dibalik dinding itu tersimpan seribu kebisuan
Tentang jeritan yang tak tersampaikan oleh malam
Tentang kebekuan yang merentangi gelegak pijaran rasa
Dimana kaki kaki hening telah menancap abadi di kisi hati
Membenamkan sendi sendi tawa, hingga retak ke dasar bumi

Dibalik dinding itu, yang tersisa hanya kehampaan bayang
Semua kemilau yang pernah tergenggam, luruh dalam ketiadaan
Dimana terlihat belulang kasih berserakan tiada mewujud nada
Tiada keindahan yang merekat , tak ada kemanisan yang terarsir lagi
Bahkan tiada warna yang tertinggal dihamparan tembok tebal itu
Hanya goresan pucat yang kian memudar kusam termakan kerontang

Dibalik dinding itu, tiada lagi yang kucari
Segalanya telah hilang musnah bersama wajah kepalsuanmu
Dan dibalik dinding itu, kubenci semua tentang bayang dan kenangan


=MERPATI=

Selasa, 06 Mei 2014

GUGUR PURNAMA karya : Merpati

Gugur purnama, mengkoyak nadi dalam gelisah
Melahirkan sebaris sunyi yang terbit dari tanya
Langkah tertatih, memeluk jejak terakhir
Menggemakan nyanyian perih yang menyayat ruang gelap kalbu
Sedang langit hitam kian mengalirkan seribu racun duka
Menyusupi ujung malamku dengan erangan ngilu

Aku terusir dari gemerlap riuh keindahan bayang
Mengeja aksara langit yang paling kelam dalam tanya
Adakah semua rahasia pertapa melukis wajah biru nestapa ?
Menjemput pulang aroma amis darah kelukaan yang sempat kutinggalkan
Memeluk kembali irama kehampaan yang terlantun dari balik lara
Mungkinkah selamanya jalan hidupku mesti menampakkan runcingnya bebatuan
Hingga selalu membuat mata kakiku berdarah darah tergores tajamnya
Aku terhempas kembali dari pusaran cinta yang memasung kepalsuan
Menjejaki tajamnya duri yang tersirat dari balik kemanisan semu

Gugur purnama membenamkan semua nyanyian elok yang tersisa
Dan aku telah rebah dalam pejaman malam yang begitu menggigilkan


=MERPATI=

KURETAS DUKA karya : Merpati

Tabuh sunyi meranggas tatanan senja
Mendetak masa dengan rajahan kaligrafi hampa
Tangan terentang tulus, wajah mendongak kudus
Merapal tarian jemala berlipur suci harapan hati
Semoga pintu langit tiada menghembus angin kelam
Hingga merentakkan jiwa nan rapuh dalam dekapan lumpur kesedihan

Seribu lantunan kidung muara kasih, kukemas lewati senja
Kudendangkan bersama alunan syahdu angin barat
Merapat hingga keujung dermaga langit, mengajak selaksa peri berlagu ria
Hingga gemanya membangunkan seisi mayapada dari tarikan isak
Lalu kukuncupkan sekeping duka yang masih tertinggal dari bayanganmu
Agar teretas sirna sebelum sang bagaskara berlari ke peraduan


=MERPATI=

PERHIASAN SEMATA karya : Merpati

Indah semburat pagi merabai detak dalam kehangatan
Mencerna makna yang luas tentang sebuah kehidupan
Sesungguhnya hidup tiada mesti berkawan duka
Sesungguhnya hidup tak harus berendam lara
Segalanya kembali pada hati kita masing masing
Kerna disitulah kemudi arah bagi benak dan jiwa
Menatap dan menyusuri suatu warna kehidupan

Duka dan bahagia hanyalah perhiasan fikir semata
Yang akan berganti arah laksana angin
Tinggal bagaimana kita memandang semua itu
Duka dan bahagia hanyalah permainan rasa semata
Yang akan menguap sirna ketika jiwa kita mulai labil


=elegy=

BILAKAH karya : Merpati

Merekah kembang rupa bertunas pelangi
Mewangi lewat sentuhan lembut angin timur
Engkaulah puspa elok pelataran hati ini
Menyungkai selaksa nyanyian indah tentang swargaloka
Dan aku tersipu malu ditatap raut cinta
Dan aku tergoyah labil dipeluk sejuta pesona parasmu

Duh gusti jungjungan jiwa !
Ingin rasanya kupetik tangkai kembang pujaan
Ingin rasanya kusemai ribuan benih kasih di hamparan hatinya
Kurenda bait bait asmara yang lama terpendam
Lalu kusulam sebaris aksara cinta yang mendayu
Dan kuguratkan ribuak kisah syahdu di haluan langkahmu

Dus gusti
Bilakah pelita kalbu ini tiada berkedip lagi ?
Menyala dalam kemilau lentera cinta, bersamanya pujaan hatiku


=MERPATI=

DEKATLAH KEKASIH karya : Merpati

Laju bahtera di pesisir pantai
Mengelus buih gelombang laut timur
Seribu canda camar menggugah mayapada
Melukis keping bahagia yang tiada tersentuh
Di pintu hatimu nadiku berdetak labil
Memancang sebaris rasa yang bergelung wajah asmara

Rekatkan hati ini dalam jubah keterpautan
Agar dapat kuelus mesra hatimu, dengan geliat kasih jemariku
Tersenyumlah, duhai pemilik paras nan mempesona
Kerna tawa kecilmu mampu menghempas semua gulita jiwaku
Dekatkanlah jiwamu pada api cintaini, duhai bidadariku
Agar dapat selalu kuhangatkan kalbumum ketika malam meniduri hening


=MERPATI=

DIA YANG DATANG karya : Merpati

Dia datang tanpa mengucap salam
Hanya melontarkan sebaris senyum teramat manis
Merangkul jiwaku bagai angin senja
Membetot rasaku laksana tarikan pelangi seusai gerimis
Hingga tak kuasa kalbuku menahan gigil hasrat membara
Membuat kakiku tak mampu beranjak menjauh, dari kerling pesonanya

Aku tersesat dalam ruang impian yang dia taburkan
Bermandikan sejuta buih kemesraan, bertahtakan seribu angan elok
Dia rembulan emas yang hadir dari keindahan nirwana
Memateri benakku dengan jarum jarum asmara memabukkan
Memasung nadiku dalam bejana cinta yang terlukis bagai gemuruh gelombang pasang
Dia cendana dan bunga kesturi yang terlontar dari taman nirwana
Dimana keelokannya membuat aku terjatuh dalam elusan yang disebut orang, c I n t a


=MERPATI=

KASIHMU BAGAI AIR MUJIZAT karya : Merpati


Telah kulalui masa dibalik bayang menanti
Mengarungi hari dihamparan padang hati
Tanpa bunga, tanpa bincang bahkan tanpa senyum
Hanya alunan rindu yang berdetak tiada arah sandaran
Hasrat menggenggam sepi yang terbaring diubun malam
Disela gemuruh sesal yang kian merajam hati dalam perih
Rasaku bagai terbelam oleh racun jemu yang abadi

Telah kurasakan duduk diatas luka, berbelai hampa
Hingga hitam sendi jiwaku berkarat tangis angin silir
Dan rembulan malampun berlari, meninggalkan gelap disekujur raga
Lalu ketika puncak letih tak mampu kuredam dalam tabah
Lengan lengan langit terulur, membawakan seberkas elok bayanganmu
Kau hadir mengusap lukaku, kau balur kerontang sepi dengan kemanisan senyum jiwamu
Engkau bagai burung kecil berhati merah, yang menghembuskan seribu keharuman bunga mawar

Kini kurasakan hari hari kemilau tanpa erang ratapan
Sayap jiwamu begitu teduh menaungi gemuruh kalbu
Elok parasmu tak henti melenakan nuraniku hingga mabuk kepayang
Bagai butiran air mujizat yang sekejap mengeringkan lukaku
Kasihmu merambahi seluruh aliran darahku dalam kehangatan
Walau kusadari belum satu purnama kutemukan dirimu


=MERPATI=

Jumat, 02 Mei 2014

TELAH HABIS karya : Merpati

Ranting pagi menyempit diatas tanah basah
Mengucur embun pada tangkai sisa mimpi semalam
Perih tungkai jiwa seusai mengejar bayangan yang mengabut
Hanya meninggalkan keletihan yang membaur bersama seringai fajar
Sedang bayang ragamu semakin menipis, hilang merekat pada angin
Menyisakan butir butir air yang menggumpal diujung pelupuk netra

Telah habis sisa waktu dibakar mentari
Tlah luruh segala asa, membeku dalam gumpalan kabut
Kurebahkan tubuh dibawah hamparan jejak angan yang menggelayut
Hanya terdiam menatap titik bayangan yang kian menghilang dari tatap
Semuanya tlah melebur dalam waktu yang semakin renta
Dan aku hanya membeku, menanti datang angin timur membawa diri pergi jauh


=MERPATI=

google-site-verification: googlecbba15e547840382.html

google-site-verification: googlecbba15e547840382.html