Senin, 27 Juli 2015

BINTANG PAGI karya : Goenawan Mohamad

Bintang pagi: seperti sebuah sinyal

untuk berhenti. Di udara keras kata-kata berjalan, sejak malam,

dalam tidur: somnabulis pelan, di sayap mega, telanjang,

ke arah tanjung

 

yang kadang menghilang. Mungkin ada

sebuah prosesi, ke sebuah liang hitam,

di mana hasrat – dan apa saja yang teringat – terhimpun

seperti bangkai burung-burung

 

di mana tepi mungkin tak ada lagi.

Siapa yang merancangnya, apa yang mengirimnya?

Dari mana? Dari kita? Ada teluk yang tersisih

dan garis lintang yang dihilangkan, barangkali.

 

Sementara kau dan aku, duduk, bicara,

dalam sal panjang.

Dan aku memintamu: Sebutkan bintang pagi itu,

hentikan kata-kata itu. Beri mereka alamat!

 

Kau diam. Mungkin ada sejumlah arti yang tak akan hinggap

di perjalanan, atau ada makna, di rimba tuhan,

yang selamanya menunggu tanda hari:

badai, atau gelap, atau –

 

bukan bintang pagi.

 



1996

=GOENAWAN MOHAMAD=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar